Aku menemukan film ini ketika aku usai menonton film Little Forest di FastDrama. Ada yang unik, ada genre “Life” dalam profil singkat film Little Forest. Akhirnya, kutemukan juga film Jane yang juga termasuk dalam genre Life.

Jane, film korea yang disutradarai oleh Cho Hyun-hoon. Film ini dibintangi oleh Lee Min-ji dan Koo Kyo-hwan. Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama So-hyun (Lee Min-ji), yang hidupnya amat kesepian.

Kisahnya dimulai setelah So-hyun ditinggalkan oleh mantan kekasihnya, bernama Jun-ho. Ketika dia menyadari bahwa dia benar-benar ditelantarkan, So-hyun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di sebuah kamar hotel. Kemudian, dengan ajaib datanglah Jane, seorang transgender yang memergoki So-hyun.

So-hyun tak jadi mati. Ia dibawa Jane ke rumahnya, yang saat itu sudah ada tiga remaja lainnya, Ji-su, Dae-po, Jong-gu. Mereka bertiga juga dibawa oleh Jane untuk tinggal di rumahnya. Singkat cerita, mereka menjadi “keluarga”. So-hyun merasa sangat nyaman bersama keluarga ini, begitu juga dengan ketiga remaja lainnya, dengan Jane yang terus mengajarkan perihal kehidupan pada mereka semua. Namun, kehangatan keluarga tersebut tidak berlangsung lama bagi So-hyun, Jane mati karena bunuh diri.

Jane
Sumber : Hancinema.net

So-hyun kembali kesepian dan terlantar. Dia menemukan lagi “keluarga” yang bisa menampungnya, namun tidak sehangat ketika ia tinggal bersama Jane dkk. Anehnya, dia bertemu lagi dengan Dae-po dan Jong-gu. Tidak lama kemudian, dia juga bertemu dengan Ji-su, yang baru bergabung pula dalam keluarga ini. So-hyun tidak mengenal mereka bertiga, padahal berdasarkan cerita sebelumnya, mereka sempat tinggal bersama.

Ada banyak misteri dalam film ini, mulai dari pernyataan So-hyun serta waktu dan tempat yang seakan-akan bertabrakan. Sungguh membingungkan. Setelah diperhatikan baik-baik, ternyata film ini mengisahkan dua keluarga, antara yang nyata dan tidak—sekadar bayangan atau harapan. Manakah yang nyata? Tinggal bersama dengan keluarga Jane dkk atau keluarga kedua?

Jane
Sumber : Hancinema.net

Ada banyak perdebatan di internet perihal menentukan kejadian yang nyata dan tidak. Menurutku pribadi kejadian yang nyata adalah tinggal bersama keluarga kedua—bukan Jane dkk. Ketika tinggal bersama keluarga tersebut, So-hyun sama sekali tidak nyaman, bahkan awalnya dia sempat mengalami perundungan—dibully—oleh anggota keluarga yang lainnya. Selama tinggal dengan keluarga tersebut, So-hyun dan anggota keluarga lainnya bekerja dalam bidang prostitusi. Keluarga ini berakhir tragis, sehingga So-hyun sendiri lagi. Aku berasumsi bahwa So-hyun membayangkan tinggal bersama Jane dkk setelah mengalami ini semua dan bertemu dengan Jane. Ia membayangkan, sekaligus berharap bisa mempunyai keluarga yang ideal.

Terlepas dari banyaknya kebingunan di film ini, Jane merupakan film Korea yang sangat layak untuk ditonton. Aku banyak mendapatkan pelajaran dan inspirasi dari film ini, antara lain …

  1. Kesepian itu menyeramkan
Jane
Sumber : Hancinema.net

Awalnya aku tidak menyangka bahwa kesepian itu sangat menyeramkan, sampai aku menonton film Jane. Film ini menyadarkanku tentang kesepian. Tidak ada keluarga, tidak ada seseorang untuk saling bertukar cerita, sungguh merupakan beban yang amat berat untuk dilalui. Maka dari itu, tak jarang jika seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya lantaran sangat kesepian. Berbagai upaya dilakukan agar hidup tidak kesepian, seperti yang dilakukan So-hyun, mencari keluarga yang sekiranya bisa diajak tinggal bersama dan bertukar cerita.

Usai menonton film ini, ada refleksi yang muncul di pikiranku. Aku membayangkan orang-orang tua yang tinggal sendiri, entah karena tidak ada anggota keluarga yang tersisa atau bahkan ditelantarkan oleh keluarganya. Membayangkannya saja membuat hatiku sedih, bagaimana jika aku mengalaminya sendiri?

Aku pernah menemukan seorang nenek yang tinggal sendiri selama perjalananku keliling Sumatera dulu. Dia tidak memiliki keluarga yang tersisa. Agar dia tidak kesepian, dia menjadikan rumahnya sebagai kosan.

  1. Kebahagiaan akan datang
Jane
Sumber : Hancinema.net

Seperti yang dikatakan Jane diakhir cerita, bahwa penderitaan tidak akan berlangsung selamanya, begitu pula dengan kesepian. Akan ada waktunya kebahagiaan datang, meskipun juga sementara, bahkan hanya sebentar. Bukankah badai pasti berlalu? Kebahagiaan akan datang!

Kebahagiaan itulah yang membuat manusia terus bertahan untuk menjalani hidup hingga ajal menjemputnya. Bahkan jika kebagiaan itu tidak sebanding dengan penderitaan yang selama ini dialami dan berlangsung hanya sebentar, kebahagiaan tersebut sudah cukup untuk membuat manusia bertahan hidup.

Film ini sangat cocok untuk dijadikan renungan dan refleksi diri. Ada banyak makna dan inspirasi yang didapat, yang tentu saja setiap individu berbeda-beda memaknainya. Jika kalian memiliki pandangan berbeda dari review film ini, silahkan memberikan komentar. Akan sangat senang bisa berdiskusi tentang film dengan kalian, sehingga bisa menambah sudut pandang. Selamat menonton!

Link streaming : Fastdrama

Rating : 8/10

Writer : Bayu Rakhmatullah